Sepenggal cerita dari nenek dulu yang memilik pengalaman hidup. Cerita-ceritanya menarik perhatian untuk disimak dan dipelajari untuk kawula muda sekarang ini. Menariknya ada banyak manfaat dan kisah mereka yang sangat luar bisa. Ceritanya soal makanan dan kesehatan.
Bercerita begini kalau makanan dulu itu memang sulit, ada juga yang lapar, ada juga memiliki makanan yang cukup. Kita harus tempuh tempat yang jauh untuk mendapatkan bahan makanan dan biasanya di pasar, jalan ke pasar biasanya seminggu sekali. Jalan ke pasar kami lakukan bersama dengan keluarga yang lain. Kami menggunakan transportasi kuda. Tempat yang di tempuh itu sangat jauh, kurang lebih 34 km, kami harus istirahat, di beberapa tempat, apabila kami lapar makan. Lalu kami melanjutkan perjalanan, kadang kami harus tidur ditempat biasanya untuk mengistirahatkan hewan. Lalu sampainya di pasar kami mencari bahan makanan untuk ditukarkan di pasar. Garam itu salah satunya bahan yang lazim bagi kami, ada Periuk tanah. Garam saat kita tukar dengan beras/padi. Dulu makanan memang sulit untuk kita dapatkan, sebab sangat Langka, untuk mendapatkan barang dan makanan, kita harus jalan kilo meter jauhnya, berminggu- Minggu menyiapkan bekal tersendiri, bahan makanan dijalan, jalannya cukup lama , siapkan sendiri bahan makanan, persediaan untuk bekal di jalanan. mendapatkan hasil yang cukup atau berlimpah, bisa kita minta atau dapatkan dari kerabat, atau bisa kita tukar dengan barang yang lain. Misalnya kita bisa barter dengan barang yang kita miliki.
Berbekal dan menggunakan transportasi seadanya mereka bisa menempuh jalan yang cukup jauh, guna mendapatkan makanan seadanya. Kuda memang salah satu hewan pada saat itu yang digunakan sebagai kendaraan, untuk mengangkut barang yang di bawah. Barang yang berat yang hendak di bawah di tempat yang jauh. Misalnya perjalanan ke pasar membawa barang yang berat kuda yang dipakai.
Guna untuk mencari nafkah/makanan. Membawa barang yang ditukar dengan makanan. Bahan makanan yang ditukar berupa barang makanan yang tidak mereka miliki, keladi umbi- umbian, pisang, jagung, kami tukar dengan barang yang kami miliki kita memiliki garam kami bawa tukar dengan bahan makanan yang kita butuh, misalnya umbi-umbian, beras bahan yang penting bagi kami.
Barang-barang cukup banyak kami harus lama untuk bertahan menjual dan menukarnya dengan barang, ada yang membawa emas bagi mereka yang hidupnya cukup, ada yang membawa garam, untuk ditukar dengan beras, sayur. Semuanya dilakukan bersamaan dengan saudara dan kelompok, mereka tidak sendiri, kita harus berkelompok, untuk mendapatkan makan, saling bahu membahu menjual dan menukarkannya, membantu yang lain menukarkan dan menjual barang yang ditukarkan, mereka selesaikan semuanya lalu mereka pulang bersama.
Barang yang ditukarkan itu merupakan barang konsumsi untuk persediaan makan, selanjutnya jika habis dipersiapkan lagi bahan makanan, untuk dibawah ditukar belikan. Mereka lalukan jual beli barang barter seputar itu untuk mendoakan makanan seadanya, cukup untuk persediaan minggu-minggu yang kan dapatang. Untuk mendapatkan makanan dan bahan pangan mereka mereka juga hidup bersamaan dan berkelompok.
Namun apapun sulitnya untuk mendapatkan bahan makanan perjalanan jauh harus mereka tempuh guna mendapatkan makanan tersebut, harus melakukan berulang kali bersamaan dengan kerabat yang lain. Saat itu mereka sulit untuk mendapatkan bahan makanan, karena langkah dan tidak tersedia, namun mereka tidak sulit karena mereka bersama-sama untuk mendapatkan makanan yang diinginkan di pasar.
Inilah kondisinya mereka harus lakukan karena satu-satunya cara untuk mereka lakukan, tidak ada lagi tempat, kecuali pasar karuni. Jika tidak mereka harus menerima konsekuensi lapar. Berbondong-bondong jalan menuju pasar untuk mendapatkan bahan makanan yang dicari,berhari-hari menelusuri tempat, harus melewati beberapa kampung, istirahat beberapa kali, lalu melanjutkan lagi perjalanan.
Berbekal seadanya perjalanan cukup jauh. Mereka harus melakukan perjalanan guna memperoleh nafkah dan kebutuhan mereka sendiri. Mereka masih memaksakan perjalanan meski sejauh itu, hanya untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Pasar itu satu-satunya kegiatan ekonomi dan tukar-menukar barang jualan mereka, biasanya mereka melakukan barter tukar menukar barang.